Berita

Pembelajaran Speaking Melalui Drama

Media pembelajaran bahasa inggris yang cukup bermanfaat untuk pemahaman siswa adalah melalui kegiatan drama. Belum lama ini siswa Kelas X-A SMA N 1 Waingapu menerima pelajaran Bahasa Inggris dengan cara drama di dalam kelas mereka.

"Bahasa Inggris sering dianggap sebagai pelajaran yang paling menakutkan dan sulit untuk dipelajari karena antara pengucapan (pronunciation) dan tulisan (writing) berbeda", demikian disampaikan oleh Ibu Nurmahani, S.Pd, selaku guru bahasa inggris di SMA N 1 Waingapu.

Dibawah ini adalah beberapa saran Ibu Nurmahani dalam rangka mengembankan cara belajar bahasa inggris, yaitu, peserta didik sering mengalami kesulitan untuk berbicara (speaking). Kesulitan dalam berbicara biasanya disebabkan oleh:

  1. Kesulitan mengungkapkan ide; sehingga peserta didik bingung apa yang akan mereka sampaikan.
  2. Terbatasnya kosakata (vocabulary) dan grammar (tata bahasa); sehingga peserta didik sulit berbicara dengan lancar dan berterima.
  3. Keterbatasan melafalkan/mengucapkan kata-kata (pronunciation); sehingga sulit mengucapkan kata dengan benar.
  4. Tidak adanya keberanian berbicara karena takut salah.

Agar para siswa dapat berbicara dalam bahasa Inggris, bisa dicoba pembelajaran melalui drama dengan teknik pembelajaran sebagai berikut:

  • Membagi siswa dalam kelompok yang terdiri atas 5-6 orang secara heterogen berdasarkan kemampuan.
  • Ambil sebuah cerita dan bagi menjadi penggalan-penggalan cerita. Setiap kelompok mendapatkan satu penggalan cerita dan mereka boleh mengembangkan sendiri cerita tersebut.
  • Secara berurutan, setiap kelompok memerankan penggalan cerita tersebut maksimal 10 menit.

Aspek-aspek penilaian speaking secara individu dengan memperhatikan:

  • intonasi (intonation)
  • pengucapan (pronunciation)
  • tata bahasa (grammar)
  • kelancaran berbicara (fluency)
  • gaya bahasa (diction)

"Metode ini telah dilakukan di SMA Negeri 1 Waingapu Kelas X tahun pelajaran 2008/2009 dan ternyata siswa memiliki kemampuan berbicara yang baik. Siswa lebih senang dan antusias mengikuti pelajaran Bahasa Inggris dan bisa mengungkapkan ide mereka dengan baik," demikian Ibu Nurmahani menegaskan.