SMA Negeri 1 Waingapu

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Blog Member
Gue jaTuh CinTa Oh… know?!!

Hari itu tepatnya hari pertama aku mengikuti pelajaran di sekolah baru setelah selesai mengikuti MOS. Sekolah ini merupakan sekolah yang cukup terkenal dengan prestasi baik di bidang pelajaran,budaya maupun olahraga.

Aku telah melewati beberapa hari di sekolah ini dan aku mempunyai teman juga yang tidak asing lagi bagiku. Namun yang paling dekat dengan ku adalah Elsa dan Tika. Elsa juga bukan hanya sekedar teman dengan ku,tapi dalam status keluarga,aku adalah ponakan Elsa.

Di sekolah juga setiap hari kamis ada suatu kegiatan yang biasanya di laksanakan di setiap sekolah,dan nama kegiatan itu adalah PENGEMBANGAN DIRI. Banyak kegiatan yang menjadi kegiatan tambahan yang di laksanakan pada sore hari itu. Salah satu kegiatan yang menjadi pilihan ku adalah PASKIBRa.

Hari ini juga adalah hari untuk latihan PASKI. Kami pun para CAPAS datang ada yang tepat waktu,tapi ada juga yang datang terlambat. Teman-teman yang terlambat pun di hukum.

Kami mengikuti petunjuk-petunjuk para senior. Hari itu juga kami berkenalan, dan tidak satupun ketinggalan. Beberapa orang senior ada yang juga dekat denganku. Dari semua senior ada yang membuatku jatuh hati.

“Ya… Tuhan, ganteng banget!!!” kata ku dalam hati. Kami selesai untuk latihan hari ini, kami mengakhiri kegiatan kami dan pulang. Sepanjang jalan, aku berjalan bersama ketua paski yang adalah tetanggaku juga, kami bercakap-cakap, namun pikiran ku tetap pada seniorku yang bernama JEVEN. Kami berpisah saat mendekati rumahku

***

Pagi ini tak seperti biasanya aku datang paling awal ke sekolah. Setelah beberapa menit Elsa datang,aku pun dengan riang menceritakan tentang latihan kemarin dan senior ku si Jeven itu.

Ternyata Elsa cukup mengenal si Jeven itu. Karena cowok teman aku ini dekat dengannya. Setelah ku ceritakan semuanya,Elsa berkata “ dasar loe… dia susah banget yang namanya jatuh cinta. Key??? Lupain deh!!”

“Loe enak omongnya,nah gue??” sahut ku. “ ia,tapi loe salah orang” kata Elsa. “ ia3x…dasar loe,ga peduli juga perasaan gue” kata ku.

“Bukan gitu,ngapain coba loe suka sama cowok ke gitu padahal menurut gue dia biasa-biasa aja,mata loe aja yang katarak” jelas Elsa seraya menghinaku. “ huuuh….!!! “ jeles ku.

Tiba-tiba bel apell pagi berbunyi,kami semua berkumpul di lapangaan tengah sekolah,berdoa bersama dan mendengarkan apa yang di sampaikan Ibu Kepala Sekolah.

****

Kami bubar dari lapangan apell dan menuju kelas. Dalam perjalanan menuju kelas,tiba-tiba mata ku tertuju pada senior idamanku itu. “Elsa,loe lihat deh di sebelah sana..tu kan,dia tu ganteng. Loe aja yang mata katarak” kata ku pada Elsa.” Eh… udah deh,dengar dikit donk kalau gue bilangin” jawabnya padaku seolah tidak senang. Tanpa berkata-kata lagi,hanya diam dan berjalan menuju kelas.

****

Tanpa terlewatkan,Tika datang menyapaku.

“Hai, Del, lambat lagi gue hari ini” kata Tika. “ hehe…kacian deh loe. Eh,tahu gak loe? Kemarin kan latihan paski,ada senior gue,gila… ganteng banget. Gue dah ceritain ma Elsa,tapi dia malah marahin gue lagi. Aneh dia!!!” kataku pada Tika. “emang sapa sih itu cowok?”Tanya Tika “itu loh sih jeven.” Jawabku. “ oh.. itu. Gue kenal orangnya,emang sih cakep,tapi gue dengar dia orangnya gak mudah jatuh cinat ,tapi kalau dah ada pacar dia sayang banget sama pacarnya” jelas Tika. “ jadi loe kenal dia toh? Kok yang loe bilang sama yang di bilang Elsa?” Tanya aku lagi. “ ya tahulah,.ngapain juga suka sama dia.” Sahut Tika. Aku pun kembali terdiam.

Tiba-tiba… Guru Matematika masuk ke kelas untuk mengawali pelajaran hari ini. “Oh.. MG!!! gawat… PR belum di kerjain” kataku pada Tika. “Waduh… ia ya,gue juga belum niCh” sahut Tya. “Sa,pinjamin doNk PR loe.”kata Tika pada Elsa. “mamposs loe… makanya malam itu pikiran terbang kemana-mana. Loe juga De,pikirin tu si JeVen”kata Elsa seraya memberikan PR Matematika padaku dan Tika. Aku hanya tersenyum lalu meraih buku yang diberikan Elsa. Sementara mengabsen,Aku dan Tika menulis dengan cepat.

Huuuhhh… untung aja!!! Kalo ga’ parah deh…“Bude,nih bukunya.. makacih ya.”kataku pada Elsa dengan tersenyum. Pak Guru lalu mengumpulkan PR dengan berjalan ke tiap-tiap meja siswa.

Beruntunglah aku ga’ dapat hukuman. Pasti gara-gara mikiran si Jeven itu. Jatuh cintakah aku?? Oh… know!!! Apakah seperti ini jatuh Cinta? Pr aja lupa dikerjain.
mmmmmmmmmmmm…… yuppzZZ,I’m falling in Love!!!!

****

Beberapa waktu pun berlalu. Ya Tuhan… susah banget lupain dia. Tapi aku mulai sadar,gak mungkinlah dia suka padaku. Hari terus berlalu,hari ini kami latihan paski lagi.
Seperti biasanya kami latihan,bagi yang melakukan pelanggaran di kenakan hukuman. Ini kesempatanku juga untuk mencuri perhatiannya,tepatnya untuk beraksi!!!! Kami latihan dan terus latihan. Kami di bentuk menjadi beberapa kelompok yang di pimpin oleh beberapa Purna. Aku berharap pada kelompokku di pimpin oleh si Jeven,my idoL. Dan ternyata tidak,sebeeeLLLL banget deh!!!

****

Pada saat pulang aku melihat Jeven dan Nisa berjalan pulang bersama,padahal tidak seperti biasanya. Hatiku merasa bahwa ada sesuatu di antara mereka. “ya Tuhan,tolong aku.. ngapain juga iri,toh aku gak ada apa-apanya ma dia” kataku dalam hati. Dalam perjalanan pulang,aku membayangkan kalo aja JeVen berjalan bersamaku. Hmmmmm.. pasti asyik deh. Tapi,sayangnya dia bersama Nisa. Kenapa sih harus Nisa?
Akhirnya aku tiba di rumah. Membaringkan tubuhku sejenak lalu mengambil handuk,menuju kamar mandi.

****

Pagi ini aku datang ke sekolah agak telat,sesampai di sekolah Elsa dan Tika melihat ku. “ Tika,Elsa,ada yang mau gue certain” kataku dengan wajah yang agak tampak tak enak di lihat. “ apa’an?” Tanya Elsa. “ kemarin pulang latihan, Jeven sama Nisa pulang bareng. Kayaknya mereka jadian deh” kataku.

“Hahh….??? Gak mungkinlah mereka jadian, nisa jelek gitu ??? “ kata Elsa dengan tampang menghinanya itu.” Loe iri ya?” Tanya Tika. “ ia lah,tahukan gue suka ma jeven” jelasku.”eh..tunggu disini ya. Loe berdua ga’ boleh kemana-mana.”kata Elsa.

"Iya, Nyonya,” sahut Tika dengan bibirnya yang dibuatnya mencibir. Elsa tiba-tiba berjalan dan berbicara dengan seorang teman kelas Nisa,mereka berbicara seolah dalam topic yang sangat penting. Elsa datng kembali dan berkata padaku,” eh… panggeran loe dah jadian ma Nisa.” Aku terkejut,hatiku serasa penuh sesak. “udahlah,.ngapain coba loe suka ma orang yang ke gitu.lupain deh!!!” kata Elsa. Aku bangkit dan berjalan masuk ke kelas,dengan perasaan yang sangat kecewa. Mengapa Nisa???

Ingin menangis,teriak sekencang-kencangnya. Tapi,serasa tak punya kekuatan lagi.
Elsa dan Tika datang menemuiku di kelas. “Non,udah ya. Dia udah punya pilihan. Pilihannya itu Nisa,tapi bukan berarti loe harus kayak gini donk. Masih banyak yang harus loe pikir bahkan yang harus loe lakuin.” Kata Tika dengan ucapan yang lembut.
Aku hanya diam. Ternyata jatuh Cina ada sakitnya juga….

Elsa menatapku dan tersenyum lalu berkata,” woiii… senyum ga’ bisa ya?”
Aku lalu tersenyum lepas. Elsa melempariku dengan sepotong kapur kecil lalu berlari keluar kelas,aku lalu mengejarnya. Aku harus menerima hal ini,aku harus terus berjalan ke depan,semangat.

Keep SMILE guysss……

END

Oleh: adelvia Pada Sabtu, 05 September 2009 Comment Komentar( 1 ) Hits Dilihat(660)

Blog Terakhir